[FULL] Journey – Cerita Perjalanan Ehime Jepang
[Musik] Jalur pesepeda populer di mata dunia. [Musik] Ehimer [Musik] perairan laut pedalaman [Musik] Seto. Kastil berusia ratusan tahun. [Musik] Jejak sejarah di tanah Samurai. Hai. Hai teman-teman, kita mau ganti baju Yuru Kiara. Mencicipi jeruknya langsung di kebun. Aduh banget. Selengkapnya hanya di cerita perjalanan Ehime Jepang. [Musik] Jalan-jalan sambil olahraga. Di Jepang terdapat sebuah lokasi yang populer di kalangan pesepeda loh, Travelers. namanya Shimanami Kaido. Rute sepeda di sini mencapai 70 km yang menghubungkan prefektur Hiroshima ke prefektur Ehime. Melalui beberapa jembatan gantung yang cantik, Travelers akan menyeberangi enam pulau. Nah, kali ini aku dan Hiro pun bersepeda melewati salah satu jembatan bernama Kurushima Kaik dengan panjang sekitar 4 km. Jembatan ini menjadi penghubung antara pulau Honsu atau pulau utama dan terbesar di Jepang dengan pulau Shikoku atau pulau kecil-kecilnya. Selama bersepeda di jembatan, kami harus mengikuti petunjuk warna biru di jalan. Wah, pengalaman beda dan seru banget. Travelers bisa bersepeda di jembatan yang megah ini. Ditambah pemandangan pulau-pulau dan laut. Ya, capek. Istirahat dulu. Lumayan kan? Iya, lumayan. Dan memang di jembatan ini tuh bisa kita istirahat atau bisa foto juga boleh, ambil video juga boleh. Cuma tetap harus kita di sebelah kiri. Oh, I Jaka safety karena di depan ada yang lewat juga. Dan biasanya semuanya lewat kiri tuh lihat tuh lewat kiri akan tetap di sisi kiri ya sesuai peraturan. Iya. Jadi asal kita jaga bisa berhenti di sini kayak gini. Mikti dulu yuk. Oke kita foto-foto yuk. Ayo. [Musik] Aku dan Hero kembali melanjutkan perjalanan menuju Sunrise Itoyama. Pemandangannya sudah mulai berbeda ya, Travelers. Kami sudah memasuki pusat industri kapal. Dari Kurushima Kaikyo, kami melewati Kurushima Straight Large Bridge. Jembatan ini diperuntukkan bagi pesepedah loh. Travelers ada nih. Ini yang kita cari-cari Shimanami. Shimanami. Huh. Wah, ini jembatan yang tadi kita Iya naikin kanatin di belakang ya ada jembatan yang kita lewatin barusan I dari sana. Jadi dari Hiroshima menuju Ekime ini namanya Shimanami Kaido. Ini titik akhirnya titik akhir perjalanan masuk ke Ehim. ke Ehime. Akhirnya kita sampai di Ehime. Ehime lewat Shimanami Kaido. Yes. Kita sudah bersiap mau naik kapal. Tapi karena kapalnya katanya goyang-goyang dan arusnya juga kencang ya. Mau lihat arus. Arus. Arus. Mau lihat arus. Tahu enggak kalian arus tu apa? kayak air sama air sampai yang putih-putih itu loh. Iya, benar-benar. Jadi karena di Ehime ini perairannya itu kan pulaunya banyak terus ee perairannya juga luas. Jadi harus dari berbagai penjuru ada satu titik yang mereka berkumpul gitu terus bikin gelombang-gelombang gitu. Kalau kita mau ke arah sana, mau di titik itu. Perairan pedalaman Seto di sekitar Selat Kurushima ini memang terkenal dengan arus pasang surutnya yang menciptakan pusaran-pusaran hingga menarik perhatian wisatawan. [Musik] Nah, konon arus pasang di sini merupakan salah satu yang terkuat di Jepang loh. Lihat gak tuh? Jadi harusnya gitu dari berbagai goyang-goyang tuh dari sini. Harus dari sini banyak banget. Jadi kita di atas arus muter-muter. Kira enggak tahu jadi sensasi menegangkan sekaligus memukau wisatawan karena kita juga bisa melihat pulau-pulau kecil di sekitar yang hanya dihuni beberapa rumah saja. [Musik] Di Matsuyama, ibu kota Prefektur Ehime, terdapat sebuah benteng atau kastil yang telah berusia ratusan tahun dan masih utuh hingga sekarang. Di hari yang berbeda, aku dan Hero mengunjungi kastil tersebut yang bernama Masyama Castle atau Masyama [Musik] Jio. Karena berada di puncak Gunung Katsuyama di ketinggian 132 m di atas permukaan laut, maka wisatawan dapat tracking atau naik menggunakan Rway dan Cherl. Kita mau ke Masya Kai apa? lift. Let’s go. [Musik] Wisatawan yang berkunjung tidak perlu khawatir terjatuh saat menaiki chairlift ini karena di bawahnya terdapat jaring pengaman. Mirosang. I gimana rasanya? Ronya deg-degan tapi bagus ya pemandangannya ya. Excitedu. [Musik] Tak sampai 7 menit kami pun sudah sampai. Dalam perjalanan menuju kastil, kami sudah melihat benteng yang sangat tinggi. Oh, nih tadi tuh Hero menjelasin kalau misalnya cekung itu supaya enggak ada yang bisa manjat ya. Betul sekali. Jadi bentuknya cekung. [Musik] Terdapat beberapa pintu gerbang kastil yang dijadikan aset kekayaan sejarah Jepang nih travelers seperti Kagurayon Gate ini. Nah, itu tadi pintu utama. Kalau ini apa? Hero ini pintu rahasia. Kita lewat pintu rahasia. Oke. Dulu tuh kalau misalnya mau nyerang balik saya. Oh gitu. [Musik] Kami pun bertemu dengan Guide untuk bertanya titik mana yang paling menarik untuk [Musik] dikunjungi. Lantai yang paling atas kita bisa lihat pemandangan 360 derajat. Oke, boleh ke sana sekarang. Penasaran ke sana. Oke, hingga saat ini di Jepang hanya terdata 12 kastil saja yang memiliki menara dengan usia lebih dari 150 tahun. Nah, salah satunya yaitu Matsuama Castle ini nih travelers yang masih terjaga keasliannya. [Musik] Jadi dari puncak ini travelers dapat melihat kota Matsuyama dan laut pedalaman Seto yang memisahkan pulau Honsu dan Shikoko. Usai melihat pemandangan, di suatu sudut ruangan di dalam kastil, kami melihat perlengkapan baju Zira serta samurai zaman kekaisaran Jepang ni travelers. [Musik] Ternyata di sini setiap wisatawan dapat mencoba menggunakan baju Zira tersebut untuk berfoto. Tapi ini hanya replika ya, Travelers, gimana nih pakai kachu? Kachu. Kachu itu adalah baju untuk perang baju untuk peran di zaman Dafkala di Jepang ya. Dari Jepang ya pokoknya model gini dari Jepang. Heeh. Itu berat ya, terutama ini kepalanya ini berat. Kepalanya juga berat. Beratnya sekitar 8 sampai 10 kg. Iya, betul. Tapi itu pun replika ya. Kalau yang asli bisa sampai 25 kg. Hah, kebayang gimana caranya kita perang jalan lari gim? 25 kilo. Hebat sekali. [Musik] Hai hai teman-teman, kita mau ganti baju. Jadi ini pakai kachu kachu. Kita di dalam Ozesal. Kita sudah ganti baju jadi eh tentara e perang perang waktu zaman dulu. Jadi ini kita udah siap uh uh gitu. Terus ada ininya pisaunya pisau katana. Katana namanya katana. Pedang katana. Oke. Ting ting ting ting. Iya. [Musik] [Musik] Unik [Musik] Jar aja carar aja [Musik] [Musik] [Musik] Nah, Travelers juga bisa loh merasakan sensasi menginap di kastil yang usianya ratusan tahun ini. [Musik] Konijiwa [Musik] 400 tahun yang lalu sebenarnya udah ada Old Castle-nya sampai 250 tahun masih bertahan tapi karena udah jelek jadi dibongkar semua. Ah, terus dibangun lagi gitu ya. Yes. Ah, jadi direkonstruksi lagi karena memang udah catatannya sudah terkumpul bisa dibangun lagi. Yes. Ee dulu ada lajaya ozu daerah sini. E mau bikin untuk simbolnya biar tahu tinggal di sini gitu. H old ini sebenarnya bukan tempat tinggal, tapi pas peran biar bisa lihat lawannya di dari mana atau daerah mana, nanti kita naik atas biar bisa lihat gitu. Kalau makin tinggi kan makin bisa lihat gitu. H. Jadi ini memang markasnya para tentara Ozu. [Musik] Travelers bisa merasakan pengalaman sambutan istimewa layaknya akan bertemu raja, mengenakan kacu, dan tentunya mendapatkan layanan eksklusif lainnya seperti sarapan dan makan malam di kastil. [Musik] Tapi siap-siap ya dengan tarif yang enggak main-main. Travelers harus membayar senilai 1 juta yen untuk bisa menginap di sini. [Musik] Yuru Kiara atau karakter maskot untuk mempromosikan suatu wilayah di Jepang. Nah, di prefektur Ehime, yurukiaranya ialah mikan. [Musik] [Musik] Saat berkunjung ke kantor Walikota Prefektur Ehime, aku dan Hero senang sekali dapat bertemu dengan Mikan yang begitu imut. Maskot ini merupakan paduan antara jeruk dan anjing. Jeruk adalah buah yang populer dari Ehime dan peta prefektur ini menyerupai anjing yang berlari. Aku dan Hiro pun jadi penasaran ya. Seperti apa jeruk yang populer di Ehime sampai dijadikan maskot? Kami kembali jalan-jalan di sekitar Matsuyama. Dan ya benar saja, Travelers, memang banyak karakter jeruk yang tergambarkan sepanjang perjalanan aku dan Hero. Chismasah. Nah, ini nih. Ah, lihat ini ada ini nama jenis jeruk ya. Oh, namanya iokan dan segala macam itu namanya semuanya. Dan ini tergantung ini ee manis banget. Heh. Manis biasa. Heeh. Ee tapi lebih asem. Asem gitu. Oh. [Musik] Hmm. Asem enggak? Hmm. Ini tetap manis ya menurutku ya. Tetap manis tapi segar banget. Segar banget. Kok ini sih manis dan segarnya iya sih. Tapi aku kira ini minuman ternyata jelly. Jelly. Mau coba yuk. Yuk, coba yuk. Langsung makan jeruk dari kebunnya. Ini kulitnya boleh dibuang bawah katanya. Ini nanti jadi apa? Buat ee sampah organik kan. Jadi makin sehat tanahnya. Yes. Manis enggak? Hmm. Gimana? Punyaku udah manis. Coba ya punya aku manis apa enggak. Enak. Enak banget. [Musik] Nah, Travelers di Minat ini kita juga bisa lihat banyak produk jeruk. tadi kita lihat banyak tapi juga bisa langsung minum es jeruk yang segar banget pastinya. Iya itu dia. Nah, di ehime kan terkena jeruk terus terkenanya juga ee di Ehime katanya ini kerang kan jadi katanya putar kangan keluarnya ee jus jus jeruk. Jus jeruk. [Musik] Ada asem-asemnya tapi segar banget. Terus udah gitu lihat deh. Ini tuh benar-benar asli kentel gitu ya. Iya, jeruk asli. Yuk, kita coba-coba lain yuk. Soalnya di sini banyak banget produk-produk jeruk lagi ya. Oke, guys. Cobain ya. [Musik] H. Nah, kali ini Gadis dan Haruka juga ikut mencoba membuat selainya loh, Travelers. [Musik] Hai travelers, perjalanan di Jepang kita lanjutkan di Perfectur Ehime. Saat ini Gadis dan Haruka lagi di stasiun Matsuyama untuk menjajal kereta panorama yang sangat ikonik di Ehime. Ini dia Travelers Jonada Monogatari. Kereta panorama yang dioperasikan oleh perusahaan kereta Joku ini menjadi salah satu eriens favorit wisatawan loh. Ada tiga gerbung kereta yang ditawarkan dengan tema berbeda-beda. Nah, Gadis dan Haruka kebetulan naik gerbong kereta yang namanya Haruka juga nih. Wah, kebetulan sekali ya. Interior gerbong kereta Haruka sangat indah dan cantik dibalut dengan suasana klasik retro. Di setiap dindingnya terdapat hiasan lampu berbentuk jeruk mikan ciri khas dari Ehime. Lucu kan? Harga per orang untuk bisa naik kereta Haruke sekitar 6.000 yen. Tapi jangan lupa ya, Travelers harus reservasi dulu. Kita disediain tadi welcome drink terus kita disediain makan juga. Ini makan sarapan yang khusus di di sini ya. Cantik banget. Cantik banget. Ada apa aja nih? Kita lihat. Ada salad, terus juga ada chicken, ada yogurt dan puding. Terus ada sup sedikit sup mungkin sama roti. Kim mas mas menikmati hidangan khas Ehime dengan panorama laut, pedalaman seto, dan juga desa-desa cantik di Shikoku menjadi satu momen yang sangat indah. [Musik] Nah, tadi kalau kita dada-dada itu jadi budayanya di sini tuh setiap kereta biorada purgatori lewat semua masyarakatnya dada [Tepuk tangan] Beralih ke kota IO terdapat sebuah stasiun bersejarah yang menjadi incaran para travelers untuk mengunjunginya. Shimonada Station namanya. Stasiun ini memiliki daya tarik pemandangan yang begitu indah. Pemandangan matahari terbenam di Setou Wuchci atau laut pedalaman Seto. Dari tempat kami berada, rel kereta serasa tersamar dengan garis lurus pandangan ke laut yang jernih. Hanya terdapat satu jalur rel saja. Kereta ini tidak memiliki awak loh, Travelers. sehingga tak ada petugas yang berjaga di stasiun ini. Hari menuju senja, panorama indahnya surya tenggelam mulai terlihat di hadapan kami. Aku dan Hero terpesona akan gradasi jingga yang mendampingi matahari menembus garis cakrawala. Tak heran jika stasiun Shimonada ini menjadi salah satu spot pemandangan kereta api terbaik di [Musik] Jepang. Menutup kebahagiaan hari ini, kami kembali membuat haiku dan pantun. Jelajahi cara baru mendapatkan informasi. Download Metro TV Extend sekarang.
MetroTV,
Journey kembali mengajak Anda berkeliling di Prefektur Ehime, Jepang, bersama @minantyrochantha, @hiroakikato39, @gadisbianca, dan @haruuuu_chan! Mulai dari bersepeda di Shimnami Kaido, melihat pesona perairan Laut Pedalaman Seto, kastil berusia ratusan tahun, mengetahui sejarah tanah samurai, hingga mencicipi jeruk mikan khas Ehime.
#JourneyEhime #PrefekturEhime #Jepang #WisataJepang #Journey
———————————————————————–
Follow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi terkini!
Website: https://www.metrotvnews.com/
Facebook: https://www.facebook.com/metrotv/
Instagram: https://www.instagram.com/metrotv/
Twitter: https://twitter.com/metro_tv
TikTok: https://www.tiktok.com/@metro_tv
Metro Xtend: https://xtend.metrotvnews.com/